rss_feed

Pekon Kagungan

Jl. Raja Mangku Bumi Pekon Kagungan
Kecamatan Kota Agung Timur Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung , Kode Pos 35384

081320088645|mail_outline pekonkagungan2008@gmail.com

Hari Libur Nasional
Hari Proklamasi Kemerdekaan RI
  • IMRON, S.E

    Kepala Pekon

    www.kagungan.desa.id
  • SEPTONI, S.E

    Juru Tulis

    www.kagungan.desa.id
  • M.KAMIL ALFAROBY

    Kasi Pemerintahan

    www.kagungan.desa.id
  • AAN DARYAWAN

    Kasi Kesejahteraan

    www.kagungan.desa.id
  • BAIDOWI

    Kasi Pelayanan

    www.kagungan.desa.id
  • MAHENDRA AZULNI

    Kaur Tata Usaha & Umum

    www.kagungan.desa.id
  • HERWIN

    Kaur Perencanaan

    www.kagungan.desa.id
  • DAEL PIAN ALDENI

    Kaur Keuangan

    www.kagungan.desa.id
  • SEFRINA

    Kepala Dusun I

    www.kagungan.desa.id
  • DODI YULYANSYAH

    Kepala Dusun II

    www.kagungan.desa.id
  • ROZI MIYANDA

    Kepala Dusun III

    www.kagungan.desa.id
  • SITI MASITOH

    Kepala Dusun IV

    www.kagungan.desa.id
  • ANI MASRIKA

    Operator Pekon

    www.kagungan.desa.id
  • MUHAMMAD SODRI

    Staf Pemerintahan

    www.kagungan.desa.id

settings Pengaturan Layar

Pekon Kagungan Kecamatan Kota Agung Timur Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung - Pelayanan Publik Kantor Pekon Kagungan Pukul 08.00 - 15.00 WIB
Bulan Ini
Kelahiran
0 Orang
Kematian
0 Orang
Masuk
0 Orang
Pindah
0 Orang
Bulan Lalu
Kelahiran
0 Orang
Kematian
0 Orang
Masuk
5 Orang
Pindah
0 Orang

0

Hari Ini

0

Kemarin

10

Minggu Ini

0

Bulan Ini

30

Bulan Lalu

146

Tahun Ini

315

Tahun Lalu

461

Total
fingerprint
Monograpi Pekon Kagungan

26 Agustus 2016 1.257 Kali

Sejarah Pekon

Sejarah meriwayatkan (Periode Sejarah Tahun 1400) terkenal dalam istilah masa hindu, maka sehubungan dengan keadaan situasi dimasa itu telah sepakatlah dari sekeluarga Penyimbang Paksi Buway Belunguh Kenali, Kecamatan Belalau Kabupaten Lampung Barat sekarang ini.


Mereka sepakat dengan keluarga besar Pampang Balak dari kepaksian Belunguh (Kenali) melakukan pelawatan pindah dari dataran tinggi Belalau kedaerah pantai teluk semaka karena didaerah asal mereka tidak memungkinkan lagi untuk memperluas areal pertanian, perkebunan dan persawahan berhubungan tanahnya berbukit-bukit sedangkan didaerah pantai teluk semaka terdapat keadaan tanah rata dan dapat diperluas areal persawahan, perkebunan, perladangan dan sebagainya.

Adapun mereka sekeluarga besar pampang balak dari Kenali yang berangkat terdiri dari keturunan yang dewasa ini masih terdapat yaitu :

  1. ASTRAWAN GEDE AGUNG, SE. (Gelar Suttan Susunan Ratu)
  2. RUSLI JAUHARI (Gelar Dalom Pangikhan)
  3. ROIYADI (Gelar Dalom Mangku Marga)

Pada mulanya mereka bertiga membuat kampung halaman yang terletak di HAM Dalom atau daerah Cunggung, namun karena tempat tersebut berbukit-bukit maka merekapun menempatkan pedusunannya dan mereka menamakan Kampung/Dusun, mereka mempunyai aliran agama Hindu yakni dari tahun 1400 M hingga tahun 1552 M.

Oleh karena itu tahun 1552 M hubungan Lampung dengan Banten sangat dekat sekali hingga banyak rakyat Lampung yang melawat ke Banten menjual rempahnya, berhubung Kota Banten  merupakan pusat perdagangan dari berbagai benua seperti Portugis dan Inggris dan hal ini berjalan hingga tahun 1808 M.

Karena perkembangan masyarakat dari arus perpindahan penduduk dan daerah mereka semakin semakin berkembang sehingga tidak memungkinkan lagi untuk tertampung didaerah Kagungan ratu. Kemudian mereka sepakat untuk memperluas wilayah dan membuat kampung baru didaerah Lakaran yaitu pekon Kagungan Ratu yang sekarang ini pada tahun 1700 M jauh sebelum gunung krakatau meletus.

Pada tahun 1809 hingga tahun 1883 Sultan Banten menguasai perdagangan hasil bumi dari rakyat Lampung berkongsi dengan persekutuan dagang Belanda yang terkenal dengan istilah VOC dan mereka mendirikan kantor perdagangan didaerah pantai selatan Teluk Semaka (kampung Tanjungan) yang sekarang ini.

Akibat dari letusan gunung Krakatau pada tahun 1883 yang sangat dahsyat itu, daerah pantai teluk semaka di kuasai sepenuhnya oleh Pemerintah Belanda yang masa itu di Pekon Kagungan Ratu ada pemimpin adat yang mempunyai kekuatan yang disegani rakyat dan dipatuhi, maka oleh orang Belanda diangkat sebagai Kepala Kampung yang pertama di Pekon Kagungan.

Adapun Silsilah Kepemimpinan Kepala Pekon Kagungan hingga saat ini adalah sebagai berikut :

NO NAMA MASA JABATAN KETERANGAN
1 PANGERAN JAYA 1883 - 1889 Kepala Kampung
2 RAJA MANGKU ALAM 1889 - 1897 Kepala Kampung
3 RAJA MANGKU BUMI 1897 - 1913 Kepala Kampung
4 ABDULLAH (Gelar Pangeran Sangun Ratu) 1914 - 1924 Kepala Kampung
5 ABDUL HALIM (Gelar Kimas Bangsa Batin) 1925 - 1936 Kepala Kampung
6 HASAN SIN (Gelar Kimas Bangsa Batin) 1936 - 1938 Kepala Kampung
7 MAT SAMMAN (Gelar Batin Bangsawan) 1938 - 1967 Kepala Kampung
8 M. UMAR 1967 - 1969 Kepala Desa
9 M. RASIT 1969 - 1974 Kepala Desa
10 JOHAN AZUDDIN (Gelar Pangeran Wira Krama) 1974 - 1976 Kepala Desa
11 H. SALUDDIN. S 1976 - 1995 Kepala Desa
12 M. ZUBIR YS 1995 - 1998 PJ Kepala Desa
13 HAMZAH AH 1998 - 2006 Kepala Pekon
14 B. IBRAHIM SUPRI 2006 - 2012 Kepala Pekon
15 B. IBRAHIM SUPRI 2012 - 2013 PJ Kepala Pekon
16 REVO RIO NIKSON 2013 - 2019 Kepala Pekon
17 WILDAN HISTORI 2019 - 2021 PJ Kepala Pekon
18 IMRON 2021 - Sekarang Kepala Pekon

 

Kepala Kampung Abdullah gelar Pangeran Sangun Ratu Desa Kagungan ini dijadikan sebagai Ibu Kota Makhga Buway Belunguh (Kepala Marga/Pasirah) yakni sejak tahun 1926 – 1936 M.

Kemudian pada tahun 1937 sampai dengan tahun 1955 Pasirah digantikan dengan putra dari Abdullah gelar Pangeran Sangun Ratu yang bernama Ahmat Sirat gelar Sultan Sangun Ratu bahwa atas dasar SK Gubernur Provinsi Sumatera Selatan tahun 1955.

Makhga/Pasirah dihapuskan di daerah Lampung menjadi negeri, maka pekon Kagungan ini dikembalikan sebagai pemerintah pekon.

Demikian pula perkembangan penduduk pekon Kagungan ini adalah semenjak tahun 1955 karena berdirinya Pasar Simpang dan semenjak itu pula banyak suku bangsa lain yang datang ke Pekon Kagungan dan Pasar Simpang.

Bahkan ada yang pindah dan ada juga yang menetap menikah dengan penduduk asli Pekon Kagungan. Mengenai tata kehidupan masyarakat pekon Kagungan adalah hidup dengan pertanian,perkebunan dan persawahan demikian pula keadaan masyarakat masih kuat memegang adat istiadat yang diwarisi dari keturunan nenek moyang mereka sejak zaman purbakala.

chat
Kirim Komentar

Untuk artikel ini

person
stay_current_portrait
mail
chat

contacts Media Sosial

assessment Statistik

account_circle Pemerintah Pekon

share Sinergi Program

map Wilayah Pekon

Alamat : Jl. Raja Mangku Bumi Pekon Kagungan
Pekon : Kagungan
Kecamatan : Kota Agung Timur
Kabupaten : Tanggamus
Kodepos : 35384
Telepon : 081320088645
No. HP :
Email : pekonkagungan2008@gmail.com
TRANSPARANSI ANGGARAN
Sumber Data : Siskeudes
insert_chart
APBP 2026 Pelaksanaan

Realisasi | Anggaran

Pendapatan Pekon
Rp. 0,00 | Rp. 735.974.199,92
0 %
Belanja Pekon
Rp. 0,00 | Rp. 741.184.204,00
0 %
Pembiayaan Pekon
Rp. 0,00 | Rp. 5.505.247,80
0 %
insert_chart
APBP 2026 Pendapatan

Realisasi | Anggaran

Dana Desa
Rp. 0,00 | Rp. 373.456.000,00
0 %
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp. 0,00 | Rp. 21.852.805,75
0 %
Alokasi Dana Pekon
Rp. 0,00 | Rp. 340.665.394,17
0 %
insert_chart
APBP 2026 Pembelanjaan

Realisasi | Anggaran

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Pekon
Rp. 0,00 | Rp. 378.932.204,00
0 %
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Pekon
Rp. 0,00 | Rp. 295.052.000,00
0 %
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Pekon
Rp. 0,00 | Rp. 29.200.000,00
0 %
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Pekon
Rp. 0,00 | Rp. 2.000.000,00
0 %
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Pekon
Rp. 0,00 | Rp. 36.000.000,00
0 %